Postingan

Go Iwata, Mahasiswa Jepang Peneliti Budaya Siri’ na Pacce di Galesong Takalar

*Terkesan Budaya Sipakalabbiri, Anggap Makassar Kampung Halaman Kedua BOLEH dibilang belum ada peneliti asing yang serius meneliti budaya siri’ na pacce secara mendalam. Mahasiswa Jepang ini justru menghabiskan waktu selama dua tahun untuk menelitinya. Ia begitu takjub dengan dinamisasi masyarakat Sulsel. LAPORAN RIDWAN MARZUKI SOSOKNYA sederhana. Perawakannya tinggi. Ia begitu ramah dan murah senyum. Dengan fasih ia menjawab setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya. Ia bernama Go Iwata, peneliti asal Jepang yang telah menetap di Sulsel selama dua tahun untuk melakukan penelitian mengenai budaya siri’ na pacce. Dia mampu menjawab setiap pertanyaan dengan lancar dalam tiga bahasa; Indonesia, Makassar, dan Bugis. Tetapi dibandingkan bahasa Bugis, bahasa Makassar lebih dikusasainya. Mahasiswa S2 di Kyoto University ini berada di Makassar untuk melakukan penelitian sejak Oktober 2008. Dia begitu tertarik dengan konsepsi siri’ na pacce yang dianggapnya lahir dari seb...

Kuota PSB SMAN 5 Makassar 288 Kursi

SMAN 5 Makassar akan menerima 288 siswa baru dalam tahun ajaran 2010/2011. Jumlah tersebut sudah termasuk siswa yang tinggal kelas. Siswa baru akan menempati sembilan ruangan kelas yang tersedia dengan kapasitas setiap kelas sebanyak 32 siswa. Pendaftaran akan dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 5-8 Juli. Kepala Sekolah SMAN 5 Makassar, A Abd Fattah, mengungkapkan seperti tahun-tahun sebelumnya, persyaratan pendaftaran antara lain nilai ujian Nasional (UN) dan ijazah yang telah dilegalisir dan pas foto ukuran 3x4 dua lembar. Khusus untuk nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA, nilai rata-ratanya harus 7,5. "Tes dilaksanakan 9 Juli dan pengumuman hasil tes 11 juli. Selanjutnya setelah lulus dan diterima, masih ada wawancara," terang A Abd Fattah. Menurut Fattah, dalam wawancara tersebut, siswa didampingi oleh orangtuanya. "Ada wawancara setelah diterima. Siswa didampingi orang tuanya bertujuan supaya orang tua juga mengetahui ...

LSM Tuding Kadisdikpora Jeneponto Mengada-ada

*Kasus Pelarangan LSM Memeriksa Dana BOS MAKASSAR--Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Miskin Perkotaan (Lepemiskot) menganggap tindakan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Jeneponto, Mukhtar Nonci, melarang melakukan pemeriksaan dana bantuan operasional sekolah (BOS), mengada-ada. Pasalnya Lepemiskot mengaku tidak pernah melakukan pemeriksaan sesuai yang dituduhkan. Hal tersebut disampaikan pengurus Lepemiskot, A Sanjaya Purwanto, bersama Sekretaris Umum Lembaga Monitoring Kinerja Aparatur Negara Indonesia (Lemkira) Sulsel, Muhammad Ahyar, saat bertemu penulis, Rabu, 30 Juni. Sanjaya mengatakan, sejauh ini Lepemiskot tidak pernah melakukan pemeriksaan yang berkaitan dengan keuangan. Yang dilakukan hanyalah pemantauan. "Seperti jumlah siswa, kami harus melihat langsung ke kelas untuk mengetajui realisasi jumlah sasaran sesuai yang ada dalam anggaran BOS," katanya. Menurut Sanjaya, LSM melakukan pemantauan langsung ke l...

Seicy, Sekolah Pemulung dan Anak Miskin

PENDIDIKAN merupakan hak setiap anak. Tetapi itu belum sepenuhnya terwujud. Anak-anak miskin memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan yang berkualitas. Hal inilah yang mendasari lahirnya Sekolah Seicy atau Skill and Education Improvement for Children and Youth di Kampung Lette, Kecamatan Mariso. Sekolah ini bernaung di bawah sebuah yayasan yang diberi nama Seicy Foundation. Didirikan oleh salah seorang dosen muda Fakultas Teknik Unhas, bernama Yashinta Kumala Dewi Sutopo. Sejak 2006 lembaga ini digagas dan mulai diaktifkan pada 2008. Totalitas pelaksanaan program dimulai pada 2010, di mana program yang diterapkan menggunakan pendekatan integrasi pendidikan. Dikatakan terintegrasi, karena di lembaga ini, para pesertanya bukan cuma diajarkan pelajaran umum, tetapi juga diberi pelajaran lainnya yang berkaitan dengan moralitas. Ditambah dengan materi yang tentang soft-skill serta beberapa keahlian lainnya. Pada intinya, pendidikan di Seicy merangkum tiga hal sekaligus, yakni ...

Pemula di MGC, Siap Jadi Percontohan

KELURAHAN Sudiang, Kecamatan Biringkanaya tidak mau ketinggalan dalam Makassar Green and Clean (MGC) 2010. Walaupun secara demografis berbatasan dengan Kabupaten Maros, yang berarti area pinggiran, tetapi semangat warganya untuk melestarikan lingkungan terlihat dari semaraknya penghijauan dalam bentuk penanaman pohon. Kelurahan Sudiang terdiri atas 20 rukun warga (RW). Tetapi untuk MGC 2010, hanya RW XIV yang terpilih sebagai delegasi untuk berkompetisi dalam even ini. Itu berarti dari segi pengembangan wilayah, utamanya penataan lingkungan, kebersihan, dan penghijauan, setidaknya wilayah ini sudah memilikinya. Tidak semua wilayah bisa masuk dalam 100 besar RW terbaik dalam MGC 2010. RW XIV terdiri atas empat rukun tetangga (RT). Kawasan yang menjadi percontohan MGC 2010 adalah RT 01 dan 02. Wilayahnya berada di Kompleks BTN Tirasa. Walaupun beberapa lorong jalannya rusak, tetapi tetap terlihat bersih. Kesan hijau juga tampak ketika memasuki wilayah ini. Tetapi hijaunya bukan kar...

Minim Bunga, Sudiang Dominan Pohon

PEMBENAHAN lingkungan bukan cuma dilakukan oleh warga yang bermukim di perkotaan. Mereka yang tinggal di pinggiran kota pun mulai menyadari pentingnya pembenahan lingkungan. Lingkungan yang tertata dengan baik bukan hanya indah, tetapi juga sehat. Lingkungan hijau dan bersih adalah bagian dari parameter lingkungan yang sehat. Salah satu wilayah yang lokasinya berada di pinggiran kota adalah Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya. Disebut pinggiran karena kelurahan ini berada di ujung timur Kota Makassar, berbatasan langsung dengan Kabupaten Maros. Walaupun letaknya di perbatasan, tetapi investasi penghijauan lebih berkembang di kawasan ini. Wilayah yang masuk dalam Makassar Green and Clean (MGC) 2010 di Kelurahan Sudiang adalah RW XIV. RW ini terdiri atas empat rukun tetangga (RT), yaitu RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04. Kawasan prioritas meliputi RT 01 dan RT 02. Sedangkan RT 03 dan RT 04 merupakan area pendukung. Wilayah RW XIV semuanya berada di dalam Kompleks BTN Tirasa. ...

Barombong, Daerah Petani yang Bersih

AWALNYA masyarakat di Rukun Warga (RW) V, Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate pernah mengalami miskomunikasi saat akan mengikuti Makassar Green and Clean (MGC) 2010. Ada beberapa faktor penyebabnya. Salah satunya karena perasaan rendah diri warga yang mengasumsikan wilayah lain lebih bagus dari wilayahnya sendiri. Karena, dalam asumsi mereka, wilayah lain warganya rata-rata kaya, sementara mereka miskin. Hal itu memang wajar karena mayoritas penduduk yang ada di Kelurahan Barombong berprofesi sebagai petani. Petani biasanya merasa "rendah" jika dipertandingkan dengan warga kota. "Di sini 60 persen lebih warga sebagai petani, seperti petani sayur-sayuran, lombok, tomat, dan padi," tutur Ketua RW V Kelurahan Barombong, H Abd Karim, Minggu, 27 Juni. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Walau perlahan-lahan, tetapi masyarakat memulai melakukan pembenahan lingkungan. Kebersihan lingkungan ditingkatkan, termasuk penggiatan kerja bakti menata wilayah. Warga yang d...