Masyarakat Tionghoa baru saja merayakan Imlek. Di Sulsel, mereka menorehkan sejarah panjang peradaban. Hubungan kebudayaan antara masyarakat Sulawesi Selatan dan warga Tionghoa bukanlah fenomena baru. Jejaknya bahkan telah tercatat sejak masa lampau, jauh sebelum terbentuknya kerajaan-kerajaan di Sulawesi. Salah satu manuskrip sejarah adalah kisah klasik I Lagaligo yang menjadi fondasi peradaban Bugis-Makassar. Dalam epos itu terdapat kisah perkawinan tokoh utama dengan putri dari Tiongkok yang menjadi penanda awal relasi kebudayaan Sulsel dan Tionghoa. “Hubungan kebudayaan Tionghoa itu dimulai dari kisah Lagaligo. Di situ diceritakan nenek moyang kita kawin dengan Putri Tionghoa yang disebut We Cudai,” urai budayawan Sulsel, Asmin Amin, Eabu, 17 Februari 2026. Sejak peristiwa itulah, proses pembauran budaya terus bergulir dan meninggalkan jejak kuat di berbagai wilayah di Sulsel. Pembauran itu tidak hanya terjadi di pusat-pusat kekuasaan, tetapi juga di daerah kepulauan dan pesis...