Postingan

Soekarman, Pemegang Rekor Donor Darah Terbanyak

Gambar
Dok.FAJAR KONSISTEN. Soekarman saat ditemui di PMI Cabang Makassar, Selasa, 30 Maret. Enam Presiden dan 49,5 Liter Darah DARAH adalah nyawa bagi orang lain. Jangan ragu mendonorkan darah Anda. RIDWAN MARZUKI Lanto Daeng Pasewang TIDAK banyak yang kenal Soekarman. Tetapi di kalangan aktivis Palang Merah Indonesia (PMI), namanya begitu dikenal. Maklum, dialah pemecah rekor pendonor darah terbanyak di PMI. Total, sudah 198 kali dia mendonorkan darah. Jumlah tepatnya 49,5 liter darah. Setiap donor, dia menyumbang 250 cc darah. Soekarman adalah purnawirawan TNI Angkatan Darat. Terakhir, dia bertugas di kesatuan polisi militer. Saat ini usianya memang tidak muda lagi. Sudah 68 tahun. Tetapi jangan mengira usia tua sudah identik dengan sakit-sakitan. Kemarin, kondisi tubuhnya masih kuat. Usianya seolah-olah tidak sebanding dengan fisiknya. Masih sehat dan fit di usia yang relatif sudah senja tersebut. Cara bicaranya masih sangat lancar dan fasih. Kulitnya kencang dan berisi. Bahkan, ia meng...

Sastra '45 Ganti Nama

MAKASSAR--Fakultas Sastra Universitas 45 resmi mengganti nama menjadi Fakultas Ilmu Kebudayaan (FIK). Hal tersebut diputuskan dalam rapat senat fakultas beberapa hari yang lalu. Dekan Fakultas Ilmu Kebudayaan, Drs H Herman Mustafa MPd membenarkan hal tersebut. Menurutnya, setelah diputuskan dalam rapat senat fakultas, lalu dilanjutkan ke rapat senat rektorat. "Hasil keputusan itu juga sudah kita tembuskan ke Kopertis Wilayah IX," terangnya Senin, 29 Maret. "Jadi bukan peleburan fakultas, hanya ganti nama," katanya. Herman beralasan, penggantian nama dilakukan untuk mengubah image Fakultas Sastra selama ini. "Asumsi kami, kebanyakan calon mahasiswa mengira jika Sastra hanya berhubungan dengan sajak atau puisi," katanya. Padahal menurutnya, sastra berhunbungan dengan seluruh aktifitas kebudayaan manusia. Selain itu, penggantian nama tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan peminat pada fakultas tersebut. Selama ini, lanjut Herman, Fakultas Sastra ...

Cara Lain Musafir Kelana Tetap Sehat

Gambar
Dok.FAJAR KONSISTEN. Musafir Kelana saat ditemui di PMI Cabang Makassar, Senin, 29 Maret. Sudah Sumbang 30,75 Liter Darah DI usia lebih setengah abad, pria ini sudah menyumbang 30 liter darahnya ke manusia lain. RIDWAN MARZUKI Lanto Daeng Pasewang "SETETES darah menyelamatkan jiwa". Tagline ini pulalah yang dipegang erat Musafir Kelana Arifin Nu'mang. Musafir adalah pendonor darah paling konsisten di Palang Merah Indonesia (PMI). Walaupun rambutnya telah memutih, tetapi secara fisik kondisinya masih begitu bagus. Usianya sudah 54 tahun. Itu artinya, ia masih memiliki kesempatan mendonorkan darah enam tahun lagi. 60 tahun adalah batas maksimal usia produktif pendonor darah. Badan Musafir terlihat sangat sehat dan kuat. Setidaknya, seperti yang terlihat saat saya menemuinya di Markas PMI Cabang Makassar, Senin, 29 Maret. Mendonorkan darah bukanlah hal baru bagi Musafir. Sejak puluhan tahun silam, ia memulai hal yang sangat bermanfaat itu. Tak ada rasa kuatir ketika dara...

Iman Membuat Manusia Lebih Peduli

Gambar
Dok. FAJAR AKBAR. Suasana tablig akbar yang digelar di Monumen Mandala, Minggu, 28 Maret. OLEH RIDWAN MARZUKI Orang beriman pasti baik hubungannya. Hubungan kepada pencipta dan hubungan kepada sesama. Bagi orang beriman, prasangka buruk merupakan lawan yang berat. Prasangka buruk akan mebawa manusia menjadi "maha" pencuriga. Akibatnya, hidupnya tidak tenang dan banyak mengeluh. Hal tersebut diungkapkan Ustaz Salim A Fillah dalam tablig akbar di Monumen Mandala, Minggu, 28 Maret. Menurut Salim, orang beriman juga akan menghindari watak sombong. Sifat sombong akan menghapus kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan oleh orang beriman. Oleh karena itu sebagai orang beriman, penting untuk menghilangkan sifat sombong agar ukhuwah bisa terjalin. "Allah meletakkan kualitas iman kita berdasarkan kualitas hubungan baik kita kepada sesama," jelas Salim. Menurut Salim, banyak petunjuk dalam Islam yang menganjurkan orang beriman untuk memperbaiki hubungan ke sesama manusia...

Melirik Seni Kaligrafi Teknik Elektro UH

Gambar
*Coba Lestarikan Kebudayaan Islam dari Kampus Tidak banyak yang meminati seni kaligrafi. Hanya orang-orang tertentu. Itu pun tidak banyak. LAPORAN RIDWAN MARZUKI Tamalanrea Jika dibandingkan dengan seni-seni yang lain, kaligrafi memang bukanlah karya seni yang populis. Gaungnya seolah-olah redup oleh seni modern yang begitu masif dan ekspansif. Berdasarkan alasan itu, Ichsan Nuryadin bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam kelompok Mushalla Adz-Dzahrah mencoba mengembangkan seni kaligrafi tersebut. Salah satunya dengan mengadakan lomba seni kaligrafi tingkat pelajar. "Jarang sekali ada lembaga yang mengadakan lomba seperti ini. Jadi kita ingin hidupkan kembali seni kaligrafi," terang Ichsan. Kaligrafi, lanjut Ichsan, merupakan kesenian Islam. Sekarang, seni ini mulai kurang diperhatikan lagi. Lomba tersebut dilaksanakan di Gedung Pusat Kajian dan Penelitian (PKP) Universitas Hasanuddin, Sabtu, 27 Maret. Walau peserta tak banyak, tetapi tidak mengurangi semangat panitia...

Amien Rais Ceramah di Unismuh

Gambar
    Dok Fajar Tegaskan Tak Mencalonkan Diri di Muktamar Muhammadiyah MAKASSAR--Mantan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr H M Amien Rais, MA, mengunjungi Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat, 26 Maret. Kunjungan itu dalam rangka silaturahmi dan menyampaikan ceramah umum di Unismuh. Ceramah tersebut sebagai rangkaian memperingati milad se-abad Muhammadiyah. Selain itu, Amien juga mengunjungi lokasi pembangunan Gedung Al Manar Unismuh (Unismuh Tower). Pada kesempatan itu, ia mengaku salut dengan perkembangan yang ada di Unismuh. "Ini patut kita disyukuri. Pembangunan sudah sangat pesat," katanya. Amien juga menasehati mahasiswa unismuh supaya jangan terlalu banyak berdemo. "Kalau banyak demonya, nanti bukunya nggak dibaca," katanya. Di Gedung Al Amin Unismuh, Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyampaikan ceramah seputar Muhammadiyah. Hadir di antaranya Rektor Unismuh, DR Irwan Akib MPd, Ketua B...

Suriadi, 16 Tahun Melawan Kanker Tulang

Gambar
DOK FAJAR DIA GURU. Suriadi, guru yang tak lagi mengajar setelah kanker menggerogoti tulangnya. OLEH RIDWAN MARZUKI .Tamalanrea TAK seorang pun yang ingin sakit. Apalagi mengidap kanker. Begitu pula dengan Suriadi. Kemarin, Jumat, 26 Maret, dengan diantar seorang guru bernama Sultan, tiba juga di rumah Suriadi, 44. Nama lengkapnya Suriadi Asiz. Dia penderita kanker tulang atau chondro sarcoma sejak 16 tahun silam. Suriadi adalah seorang tenaga pendidik pada pada sebuah yayasan swasta (Yayasan Al Bayan) di Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Tapi sejak penyakitnya semakin parah, ia tak lagi mengajar. Kondisinya saat ini cukup memprihatinkan. Badan mengecil dan tampak begitu kurus. Berdiri tak bisa, begitupun baring. Ia hanya mampu duduk. Itupun harus memakai bantal sebagai alas duduk. Suriadi terkena kanker tulang rawan tepat di bagian panggul kanan. "Sejak Desember 2009, saya tidak bisa tidur di ranjang. Saat ini cuma bisa tidur di kursi. Tidur pun harus dipaksakan karena sangat nye...